Tweet Me!

26.3.12

cung?? | ya?

Hei ngek..
Bagaimana kabarmu? Disini aku baik-baik saja. Sedetik pun aku tak pernah berhenti memikirkanmu. Begitupun dengan kejadian itu.
Oh Tuhan,aku takut ngek. Aku sangat takut dan kau tak ada saat itu.

Ya, entah ini takdir atau apapun itu. Dibalik semua yang terjadi padaku bahkan padamu pasti ada hal lain yang Dia inginkan untuk kita, meski itu hal buruk sekalipun.


Bagaimana kuliahmu? apa kau masih mendominasi mereka seperti ketika SMA dulu ?  Haha
Aku harap kelak ketika sudah jadi dokter yang sesungguhnya , kau bisa mengobati pasien-pasienmu dengan ikhlas dan tanpa pamrih ya ngek. Karena dari beberapa dokter yang aku kenal, mereka terkesan sombong dan menganggap elit profesi mereka. Sayangilah pasienmu nanti seperti kau menyayangiku dulu.

Oh ya, asmaku sudah jarang kambuh jadi kau tak perlu repot-repot mengambil spesialis penyakit dalam lagi. Spesialis syaraf atau jantung tampaknya lebih dibutuhkan saat ini mengingat banyak orang yang sering terkena serangan jantung. Dan nanti kalau kau misalnya jadi spesialis syaraf aku harap kau bisa menyembuhkan ayahku, dia mengidap darah tinggi, dan efeknya dia sering lupa untuk beberapa hal.
Aku sedih, ketika membayangkan jika nanti ayahku akan lupa padaku. Kau maukan ngek menyembuhkan ayahku? :)

Terus bagaimana kabar ayah, ibumu? Aku masih teringat malam itu dia memandang kedalam bola mataku, dia ingin aku benar-benar serius padamu tapi tampaknya aku telah mengecewakannya, benar kan?
Ngek, aku sangat ingin punya abang seperti kakakmu itu, bertanggung jawab, pintar, sholeh. Berbanding terbalik dengan diriku. Tapi tak apalah, toh ada yang lebih baik dan sebanding dengan kakakmu itu.

Terakhir, sekali lagi aku minta maaf. Untuk apapun yang sudah dan belum aku lakukan padamu.
Andaikata umurmu tidak sampai esok, aku hanya ingin berkata padamu...

Aku sayang padamu karena Allah bi.