Tweet Me!

14.9.12

buzzzz!!!

Beritahu kalau sudah selesai, aku menunggu..

Kabarkan ketika sudah sampai, aku menanti..

Biarkan aku mengetahui, aku merindu..

Jangan lepaskan, aku tak mau kau pergi lagi....

16.8.12

Unmissed Call


Malam itu sepi di London, seorang keluar dari bar menutup rapat jas hangatnya , merapatkan kerah lehernya.
berjalan pelan menyusuri tengah malam di London
Semua terlihat kosong di hadapannya, dikeluarkan telepon dari saku, 10 panggilan tidak terjawab dari sang kekasih.
tidak peduli
"dimana kau ?" , "tak tau"
"kapan kau pulang , "entahlah"
"aku merindukanmu " , " terimakasih membiarkan aku mengetahuinya "
"aku mencintai…"

HAPPY NEW YEAR!!! dentuman kembang api mengagetkannya,
kembali dilihat telepon genggam itu,

"-0 panggilan masuk-"

tidak ada yang merindukannya

1.8.12

Korporasi Perasaan

Terkadang permasalahan keluarga menjadi faktor pemicu datangnya masalah masalah lain.
Keluarga yang merupakan tempat kita menaruh harapan terakhir atas kehidupan kita seolah hilang hanya karena tidak adanya cinta didalamnya
aku melihat keluarga  seperti sebuah korporasi yang dikendalikan oleh satu orang sementara yang lainnya bekerja sebagai yang diperintah
hilangnya fungsi ayah, diperintahgantikan oleh peran ibu yang merasa semua adalah tanggung jawabnya
semua peran harus dilihat dari sudut pandangnya
ada kehangatan tapi terlihat seperti tunjangan yang diberikan bos kepada pegawainya
ada perhatian tapi dirasakan seperti pujian atasan kepada bawahannya
ada perasaan, cuma perasaan
kalau memang semua hanya seolah olah bekerja, dimana akan disandarkan rasa sakit itu, dimana akan dilupakan rasa pedih itu, kemana cinta itu?

jadi semua ini tentang uang, tentang biaya. seperti perusahaan yang mengejar target produksi,atau menjaga kestabilan harga sahamnya, semua hanya tentang itu -perusahaan - bukan keluarga
dia butuh seorang ayah, bukan orang yang bekerja sebagai ayah yang berhenti ketika masa pensiun tiba
dia butuh ibu, bukan orang yang menjaga dana yang masuk ke perusahaan tetap terjaga dan sibuk berbincang dengan teman bisnisnya
mereka butuh saudara bukan teman kerja yang kerjanya menjenguk ketika sakit atau bersama mengisi daftar hadir di pagi hari

kalau memang  sebuah perusahaan,  tunggulah hingga perusahaan kolaps. dan semua pegawainya di PHK

19.6.12

Sama

Ada yang mencoba berlainan, mencoba terlihat berbeda tapi tampak sama saja
Ada yang melebih lebihkan, mengungguli yang lainnya tapi tetap kekurangan
Ada yang memamerkan kesuciannya, dengan mengada ada bahwa Dia ada, tapi tetap terlihat rusak di hatinya..

Tak perlu kau berbeda, tak perlu berlebihan, tak usah kau bertindak layaknya kelinci yang melindungi bulu putihnya dari kotoran tapi tetap bermain di lumpur.
Karena kita semua sama saja, kita manusia...

Kalian dan semua diri kalian, akan selalu terlihat membosankan bagiku.
karena aku adalah kalian, dan kalian tetap sama di mataku.

18.6.12

JT 794

Setahun di bandung dan saya akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman, ya Jayapura saya akan kembali ke tanah kelahiran saya. Sebelum kembali masih terasa sesak di dada karena mengingat hasil belajar saya setahun di STT Telkom masih jauh dari memuaskan, " yang penting tidak DO aja .." kata ayah saya. Yasudahlah, coba lagi semester depan, begitu kata - kata pamungkas mahasiswa. Seminggu sebelum balik ibu saya sempat datang ke Bandung, berhubung dia juga ada sebuah kegiatan di bandung, sekalian juga "membesuk" putra bungsunya ini. Dan waktu keberangkatan pun tiba, saya beruntung mendapatkan tiket pesawat yang cukup murah untuk waktu liburan seperti ini. Waktu keberangkatannya tanggal 16 Juni 2012 pukul 22.30 WIB yang ditempuh dari Bandara Soeta selama kurang lebih 6 jam menuju bandara sentani jayapura. tanpa transit. Sedangkan tumpangan saya dari bandung menuju jakarta diputuskan menggunakan Cipaganti, yang letak poolnya tidak jauh dari kampus saya. Kisah dimulai dari cipaganti, jadwal keberangkatan pesawat saya pukul 10 malam, tetapi armada yang mengangkut saya hanya ada pukul 12.00 itu artinya saya harus menunggu sekitar 9 jam di bandara. Tapi tak apalah ketimbang terlambat pikir saya, kebetulan ini juga pertama kali saya menggunakan cipaganti. Selama perjalanan  dari bandung ke jakarta pikiran saya hanya tertuju di jalan tol yang kami lewati, " kalau di papua sudah ada jalan tol seperti ini, sudah sejak lama kami lepas dari NKRI.. ". Tapi saya tidak terlalu menikmati perjalanan itu, bawaan orang udik selama perjalanan perut saya terasa mual minta ampun, pengen muntah rasanya. Tidak akan lagi saya naik mobil ini, ditambah fragrance yang disemprot si supir ke mobil terlampau banyak sehingga menambah pening kepala saya. Udik, udik.. .
Sesampainya di bandara soeta dengan sambil meraba-raba bokong saya, yang berasa tidak ada akibat keram bokong berkepanjangan. Saya mampir sebentar di sebuah minimarket untuk membeli tisu, karena sungguh sore itu di bandara soeta terasa sangat panas.
(" saya skip ceritanya sampai waktu keberangkatan, berhubung selama 9 jam saya hanya menghabiskan waktu saya dengan berjalan mondar mandir di terminal 1A, twitteran dan mengunjungi WCnya yang baunya sangat tidak berperikemanusiaan..")
Waktu menunjukkan pukul 21. 45, saya segera menujua pintu A3 untuk boarding. Malam itu hampir 70% ruang tunggu A3 isinya orang saya semua (kulit hitam, rambut keriting). Sedikit merindukan mereka, karena selama di bandung saya hanya sesekali melihat mereka ketika di jalan ataupun di e*****y(cerita lama). Pukul 20. 20 kami masuk ke pesawat saya mendapatkan seat 15F, disamping saya ada seorang dan anak balitanya. Tapi tak lama seorang pramugari yang cantik menyuruh sang ibu pindah ke kursi di belakang, karena katanya masker oksigen hanya ada di seat yang genap . Emang kita  mau keluar dari atmosfer, atau pesawat akan menukik dengan tiba-tiba sehingga menciptakan ruang hampa udara, begitu pikir saya. Sebagai gantinya, seorang laki-laki berusia 20an.
Pesawat pun beranjak dari Soeta, dan akan terbang diatas ketinggian 39.000 kdpl begitu kata suara yang bergema di kabin. Kira-kira setengah jam ketika keluar dari teluk jakarta, pesawat berguncang dengan cukup keras. Saya yang setengah terlelap, sontak terbangun dan mulut saya dengan seketika komat kamit, dengan semua doa yang saya tahu. Pikiran saya langsung terbayang pesawat sukhoi yang jatuh beberapa saat lalu. Untungnya tak berapa lama, pesawat kembali terbang dengan stabil, saya pun sedikit tenang dan melanjutkan tidur saya. Baru sekejap saya memejamkan mata, anak balita tepat di belakang dan depan saya menangis dengan sejadi jadinya. Oh God..
Saya tidak kesal, saya takut gelombang bunyi tangisan si balita akan mempengaruhi gelombang elektromagnetik pesawat yang berhubungan dengan bandara. Dan ternyata benar, Pilot mengumumkan bahwa telah terjadi kerusakan di alat navigasi pesawat, jadi pesawat akan transit di bandara Hassanudin makassar. Tunggu sebentar, kalau alat navigasi bermasalah, bagaimana si pilot akan tahu arah menuju makassar? peta, lihat bintang, apa memakai nsting. Benar-benar aneh penerbangan malam itu. Keanehan belum berhenti, penerbangan masih sekitar 20 menit menuju  makassar ketika seorang Ibu tiba-tiba pingsan di kursinya, seatnya berjarak 1 kali di depan saya. Penumpang yang disampingnya berusaha memanggil awak kabin dengan memencet tombol dengan simbol wanita diatasnya, tapi pilot sudah menyalakan lampu menggunkan sabuk pengaman yang artinya pesawat akan segera mendarat.
Sesudah mendarat, dengan segera saya beranjak untuk melihat si ibu yang pingsan itu. Kehebohan pun sedikit terjadi ketika pilot memberitahu kami untuk menunggu di dalam pesawat, sedangkan ada seorang wanita pingsan. Pramugari yang cantik pun hanya kebingungan akibat dimarahi penumpang.
Beruntung malam itu, diantara penumpang ada seorang dokter yang segera melakukan CPR bagi si ibu. Faktor kelelahan kata Pak Dokter.
Akhirnya kami diperbolehkan turun menuju ruang tunggu di bandara Hassanudin, dan sekita pukul 4.00 waktu makassar kami melanjutkan perjalanan ke Jayapura.
Meskipun ada sedikit goncangan kecil saat penerbangan menuju Jayapura, beruntung kami akhirnya sampai dengan selamat di Bandara Sentani Jayapura.
Tepat diatas Danau Sentani, matahari pagi bersinar cerah...

Kenambai Umbai..