Tweet Me!

1.8.12

Korporasi Perasaan

Terkadang permasalahan keluarga menjadi faktor pemicu datangnya masalah masalah lain.
Keluarga yang merupakan tempat kita menaruh harapan terakhir atas kehidupan kita seolah hilang hanya karena tidak adanya cinta didalamnya
aku melihat keluarga  seperti sebuah korporasi yang dikendalikan oleh satu orang sementara yang lainnya bekerja sebagai yang diperintah
hilangnya fungsi ayah, diperintahgantikan oleh peran ibu yang merasa semua adalah tanggung jawabnya
semua peran harus dilihat dari sudut pandangnya
ada kehangatan tapi terlihat seperti tunjangan yang diberikan bos kepada pegawainya
ada perhatian tapi dirasakan seperti pujian atasan kepada bawahannya
ada perasaan, cuma perasaan
kalau memang semua hanya seolah olah bekerja, dimana akan disandarkan rasa sakit itu, dimana akan dilupakan rasa pedih itu, kemana cinta itu?

jadi semua ini tentang uang, tentang biaya. seperti perusahaan yang mengejar target produksi,atau menjaga kestabilan harga sahamnya, semua hanya tentang itu -perusahaan - bukan keluarga
dia butuh seorang ayah, bukan orang yang bekerja sebagai ayah yang berhenti ketika masa pensiun tiba
dia butuh ibu, bukan orang yang menjaga dana yang masuk ke perusahaan tetap terjaga dan sibuk berbincang dengan teman bisnisnya
mereka butuh saudara bukan teman kerja yang kerjanya menjenguk ketika sakit atau bersama mengisi daftar hadir di pagi hari

kalau memang  sebuah perusahaan,  tunggulah hingga perusahaan kolaps. dan semua pegawainya di PHK