Namun karena sebuah konflik yang tidak dapat kami temui jalan keluarnya, pergi sudah 'moodbooster' tercintaku, dia akhirnya menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran di salah satu Universitas terbaik di Indonesia sedangkan saya si 'parasit' malah terdampar di sebuah daerah pinggiran di Bandung, melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Telkom.
Di IT Telkom inilah saya berharap menemukan seorang yang minimal selalu menyemangati setiap langkah saya. Tidak butuh lebih itu saja, bagi saya sudah cukup. Apa daya bagai pungguk merindukan bulan, seorang yang ditunggu tak kunjung tiba.
Banyak usaha saya lakukan untuk dengan mendekati (maaf) mereka, salah satunya perempuan yang berinisial B ini, dia pernah tinggal di Jayapura. Dan saya kira mungkin nantinya ada sedikit kecocokan antara kita, mengutip lirik "mimpi tinggal mimpi" si perempuan ini tampaknya terlalu takut dengan saya, bahkan hanya untuk tersenyum.
Dalam agama Hindu mengenal Karma, bahkan di Al-Quran pun ada ayat yang mengatakan bahwa kejahatan sekecil buah zarah pun akan ada balasannya, dan saya anggap kegalauan ini sebagai karma atas apa yang saya lakukan pada yang tercinta Mrs. A. Guruku, Sahabatku, Cintaku.