Satu semester telah berlalu sejak saya menjadi mahasiswa teknik elektro IT Telkom Bandung. Semua rutinitas berlalu seperti biasa, kuliah, belajar, main bareng anak kosan, begitu saja tanpa ada sesuatu yang berarti. Saya mengakhiri semester satu dengan nilai yang kalau boleh dibilang alakadarnya, tidak lebih dari tiga. Mungkin bagi sebagian mahasiswa baru ini hal yang wajar, adaptasi istilahnya. Saya pun juga sempat berpikir demikian, tapi kemudian saya sadar bahwa dengan inikah saya membayar pengorbanan orang tua yang telah berpeluh menyekolahkan saya disini, tak pantas rasanya. Ya memang awalnya orang tua menjadi pemicu semangatnya saya, namun itu tak bertahan lama. selang beberapa minggu semangat saya kembali drop. entah
Perubahan, orang-orang baru yang dengan segala kelebihannya, fasilitas semuanya terpampang di depan saya, membuat saya terlena. Kesepian, karena sendiri disini membuat saya kadang bingung harus berbicara dengan siapa tentang keluh kesah saya, malas,lesu dan lunglai sudah seperti menjadi kebiasaan saya. Kebebasan yang orang tua saya berikan saya manfaatkan dengan berlebihan, sering bepergian tak kenal waktu, tak ada kontrol. saya takut namun saya bebas, jadi terus saya lakukan. Belum lagi dengan suasana kampus yang bergerak begitu cepat, teman saya yang ahli di bidangnya masing-masing, ada perasaan iri, kagum dan melihat ke dalam diri bahwa saya tidak ada apa-apanya, ciut.
Apakah akan terus seperti ini, mencoba katakan tidak namun segala tindakan terkadang mengiyakan.
"Cukup sudah aku merasakan kesepian, kebebasan, dan persaingan"
Saya tak mau kalah, tapi enggan memenanggkannya. Saya cuma punya semangat, pengharapan terakhir yang datang setelah doa.