Tweet Me!

18.5.12

Like mother like son

Sebelumnya maaf kalau beberapa waktu belakangan tulisan di blog saya penuh dengan cerpen. Karena sementara ini tidak ada hal yang menarik  dalam hidup saya yang perlu saya ungkapkan dengan tulisan.
Untuk mengomentari pun rasanya bahan saya sudah habis, karena semua orang di negeri tampaknya sudah pandai berkomentar. Tanyakan pada reformasi, inikah kebebasan mengutarakan pendapat yang dia maksudkan? Hahaha.
Oke, sedikit menyinggung tentang cerpen saya yang sedikit tidak jelas itu, yang kebanyakan berupa teatrikal sisi gelap manusia. Saya ingin mengutarakan pikiran gelap yang ada di kepala saya, bahwa kadang dalam diri seorang yang mulia ada sisi jahatnya juga. Bahwa tidak semua yang kita lihat dari luar, merupakan gambaran yang dari dalam. Jujur ada beberapa tulisan yang sedikit terpengaruh dengan beberapa cerpen kriminal yang saya baca.

Karena seringnya menulis cerpen, ketika mengobrol dengan ibu saya di telepon beberapa waktu lalu saya menceritakan padanya kalau saya lagi senang posting cerita di blog. Ibu saya sangat antusias, kalau ngomong sesuatu yang berhubungan dengan tulis-menulis dia sangat bersemangat, bawaan darah jurnalistiknya mungkin.
Ibu saya mengatakan dia akan juga sedang menulis cerpen, dan akan dikirimkan kepada saya  nanti setelah selesai.
Pada saat kemarin saya mengecek inbox email saya, beliau mengirimkan beberapa cerpennya. (Saya telah memposting dua diantaranya yang menurut saya sangat menyentuh). Kemudian dalam smsnya, beliau mengutarakan ide bagaimna kalau cerpen-cerpen kami dibukukan. Wow. Kolaborasi anak dan ibu rupanya. Layaknya Niels Bohr dan anaknya yang menerima Nobel, mungkin kami bisa mendapatkan Pulitzer atas tulisan kami :)